Sabtu, 07 April 2012

PRICER


Apa yang harus dilakukan pada awal cidera ?!

Do PRICER !

 P : Protect
Membersihkan luka pada bagian yang cidera (bila ada luka terbuka), serta lindungi bagian yang cidera dengan memberikan perban coklat elastic, gips.
R : Rest
Istirahatkan bagian yang cidera dalam kurun waktu tertentu (minimal 3 hari)agar memberi kesempatan bagian yang cidera untuk sembuh.
I : Ice
Kompres dengan serpihan es yg dibungkus dengan handuk atau plastik (jangan langsung mempertemukan kulit dengan es), dimaksudkan untuk menghentikan pembengkakan dan pendarahan yg akan berlangsung di dalam jaringan. Kompres 10 menit setiap 2 jam yang dilakukan rutin hingga 3 hari.
C : Compression
Pemberian bagian yang cidera dengan tekanan  yang merata ditujukan untuk mencegah pembengkakan berlebih dengan menggunakan perban coklat elastic atau dengan bahan elastic lainnya seperti ankle dekker, knee dekker.
E : Elevation
Menaikkan bagian yang cidera agar dapat membantu pengembalian darah ke jantung.
R : Referral
Merujuk ke tim medis spesialis lain apabila dijumpai ada patah tulang, robek tali sendi, robek otot untuk segera ditangani oleh tim medis yang lebih berkompenten.

 

Do Not HARM !

 H : Hot
Pada awal cidera, jangan berikan sesuatu yang memberikan efek panas (kompres panas, balsem, minyak urut) pada bagian yang cidera, karena dapat mengakibatkan pembuluh darah semakin membesar, sehingga semakin menimbulkan bengkak dan memperlambat penyembuhan.
A : Alkohol
Jangan diberikan alkohol pada bagian yang cidera karena sifat alkohol panas dapat meningkatkan pembengkakan dan peradangan, sehingga memperlambat penyembuhan.

R : Running
Running yang dimaksud disini adalah exercise atau latihan fisik. Latihan fisik yang terlalu dini tidak dianjurkan pada saat masa akut (awal cidera 1-3 hari)
M : Massage
Massage atau pijat, MUTLAK tidak diperbolehkan pada masa akut (awal cidera 1-3 hari) karena dapat mengakibatkan pembengkakan dan peradangan berlebih sehingga mengakibatkan penyembuhan yang berangsur lama.  

Lakukan PRICER !



Selasa, 24 Januari 2012

Carpal Tunnel Syndrome

Pada hari  senin tanggal 23 januari 2012 kami dari JPP telah melakukan penyuluhan pada klinik fisioterapi bersama di tangerang yang membahas tentas CTS (Carpal tunnel syndrome)

Apa Itu CTS?

Mengenai definisi dari carpal tunnel syndrome, banyak sekali literature yang mengungkapkan pengertian tentang carpal tunnel syndrome dan tentunya dengan cara yang berbeda, ada yang mengungkapkan berdasarkan penyebab kejadianya atau berdasarkan proses patologi yang terjadi, berikut adalah definisi carpal tunnel
syndrome dari berbagai literature diantaranya adalah sebagai berikut.
“Carpal Tunnel Syndrome adalah terjadi apabila nervus medianus fungsinya terganggu sebagai akibat kenaikan tekanan didalam kompartimen yang sempit yang dibatasi oleh tulang-tulang carpal serta ligamentum carpi transversum yang kaku. (J.M.A Mens, 1994)”.
“Carpal Tunnel Syndrome adalah kereaktifan sensasi kecil pada tangan meliputi sepanjang syaraf medial dengan tendon dari flexor digitorum superfisialis. (Teressa CGC, 1995)”.

Berdasarkan berbagai definisi diatas penulis menyimpulkan carpal tunnel syndrome adalah suatu kumpulan gejala akibat terjadinya penyempitan carpal tunnel dimana mengakibatkan penekanan nervus medianus yang melewati carpal tunnel sehingga menimbulkan rasa tidak enak pada tangan dan pergelangan tangan berupa nyeri yang berulang-ulang dan paraesthesia, penyempitan carpal tunnel ini disebabkan oleh kekakuan ligamen carpi transversum karena proses degenerasi, penebalan tendon fleksor jari-jari karena reaksi autoimmune akibat patologi tertentu, atau diakibatkan trauma yaitu subluksasi os lunatum kearah ventral.

Nyeri pada carpal tunnel syndrome?

Nyeri pada carpal tunnel syndrome dapat timbul karena adanya neuropraksia dari nervus medianus karena penyempitan carpal tunnel, nyeri dapat berupa nyeri neurophatik dan nerve tension pain. Selain itu nyeri pada carpal tunnel dapat di timbulkan karena gangguan struktur jaringan spesifik yang menyebabkan penyempitan carpal tunnel diantaranya pada penebalan tendon fleksor jari-jari tangan yang mengalami inflamasi kronik sehingga terjadi penurunan kelenturan dan menimbulkan nyeri regang pada tendon, dan pada ligamen carpi transversum yang mengalami kontraktur karena proses degenerasi atau overuse akan terjadi juga nyeri saat diregang. Jenis nyeri yang dirasakan adalah nyeri pegal yang disertai kesemutan yang menyebar ke kulit telapak tangan, punggung tangan didaerah ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan setengah sisi radial jari manis. Nyeri akan terprovokasi bila dilakukan phalent test yaitu memposisikan wrist palmar fleksi yang di tahan selama 30 detik kemudian saat dorsal fleksi penuh juga akan timbul nyeri regang pada tendon m. fleksor wrist, ligamen carpi transversum, dan n. medianus.

Faktor penyebab awal?

Adapun beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko untuk terjadinya carpal tunnel syndrome adalah:

1) Proses degenerasi dapat ditandai dengan menurunya kelenturan jaringan lunak dikarenakan serabut elastin yang berkurang dan kadar air dalam matriks berkurang sehingga dapat mengakibatkan kontraktur. Hal ini
dapat terjadi pada otot, tendon, atau ligamen. Bila terjadi pada ligamen khususnya pada ligamen carpi transversum maka dapat menjadi faktor penyebab carpal tunnel syndrome.

2) Aktifitas sehari-hari atau aktifitas kerja yang membutuhkan penggunaan tangan dengan kombinasi dari gerakan yang aneh, memaksa, dan repetitif dari pergelangan tangan atau jari serta pekerjaan menggunakan alat yang menimbulkan vibrasi.

3) Jenis kelamin, wanita lebih beresiko dan lebih sering terkena daripada laki-laki. Hal ini disebabkan rata-rata ukuran carpal tunnel wanita lebih kecil daripada pria. Insidence puncak terdapat pada wanita menopause dan diusia pertengahan pada pria .

4) Faktor keturunan, seseorang lebih rentan menderita carpal tunnel syndrome apabila mempunyai keluarga dekat yang menderita hal yang sama. Bentuk tubuh yang diturunkan, seperti kecilnya pergelangan tangan didalam satu keluarga membuat seseorang lebih rentan terkena carpal tunnel syndrome .

5) Cedera tertentu seperti sprain ligamen wrist akut atau fraktur pada daerah pergelangan tangan yang menimbulkan oedeme pada pergelangan tangan dan oedeme tersebut dapat menekan nervus medianus, selain itu perlengketan jaringan pada pergelangan tangan yang diakibatkan oleh inflamasi kronik suatu cedera juga dapat menimbulkan carpal tunnel syndrome.

6) Kondisi kesehatan tertentu. Kondisi kesehatan mencangkup masalah pada tiroid, diabetes, obesitas, dan rhematoid arthritis dapat meningkatkan risiko carpal tunnel syndrome, wanita hamil pengguna KB oral atau yang akan menoupouse juga dalam resiko yang lebih tinggi, yang paling sering disebabkan oleh perubahan hormonal. Retensi cairan dapat merupakan penyebab carpal tunnel syndome pada ibu hamil umumnya membaik setelah melahirkan, perokok dapat menderita gejala yang lebih buruk daripada bukan perokok.

peserta penyuluhan sedang melakukan latihan